menjadikan hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin

Sayang Atau Cinta

Sayang Atau Cinta

Kali ini saya akan menulis sedikit tentang apa makna atau arti cinta dan sayang.banyak yang mengira sayang dan cinta hampir sama.karena kegunaan dan bentuk pengukapan dalam segi rasa hampir sama.berbanding terbalik atau sangat mirip.Tapi setelah babayak pendapat ternyata bebeda fungsi,gunanya dan penempatan.Biasanya rasa sayang tumbuh lebih dahulu sebelum rasa cinta muncul.Tumbuhnya rasa sayang dan cinta semua tidak diketahui kapan dan sampai kapan,menurut buku yang saya baca cinta definisanya tidak terbatas,jadi rasa cinta dan sayang itu jangan dibatasi sebab luas persepsinya.

Banyak bermunculan ide dan pendapat bahwa cinta dan sayang itu saling bertolak belakang.Rasa cinta dan sayang adalah pemberian tuhan kepada hambanya,karena adanya sayang dan cinta mungkin dunia ini akan begitu indah karena penguninya memliki rasa diantara rasa yang sangat mulia.Munculnya cinta dan sayang bukan karena tanpa sebab,semua itu mungkin sudah direncanakan olehNya.Antara sayang dan cinta siapa saja pasti sudah bisa merasakan betapa indah,nikmat tentunya banyak yang di buat bahagia atasnya.Tapi juga dampak dari rasa sayang dan cinta mungkin banyak yang bilang sakit dan trauma bahkan sangat benci karena mengenalnya.Karena adanya cinta tiap manusia tentu bisa mengerti hal-hal yang mungkin akan efek dari kedua hal ini.Untuk memiliki cinta ini butuh tahap karena pada hakikatnya semua orang pingin mendapatkan cinta suci yang tinggi nilainya.Mungkin ketika kita melhat sesuatu yang indah akan berubah takjup,ingin memeliki dan hasrat untuk segara mempunyai.

Contoh saja,ketika kita sudah memliki pacar di depan kita sedang berdiri misal cewek/cowok cakep secara tidak sengaja kita sudah mengagumi sosok nya,hal itu wajar manusia di karunia panca indra mereka bisa merasa,melihat dsb.ketertarikan akan sesuatu berevolusi menjadi ingin memiliki apa yang ada dalam hatinya yg menurut ia sangat mengasyikkan. “cinta” kedalaman hati dalam jiwa manusia buah dari ketertarikan dan rasa suka. kasih sayang adalah efek dari rasa suka dan cinta jadi tidak ada bedanya, hanya yg beda pengungkapan kasih sayang tersebut antara seorang ibu dengan anaknya, sepasang kekasih, seorang sahabat. perhatian, memeluk, mencium adalah eksperesi kasih sayang seseorang dan wajar jika terjadi dalam diri manusia, tetapi semua ada normanya untuk menjaga kesucian cinta agar tak terjangkiti oleh nafsu. so ini hanya sebuah pikiran, masih muda dan kawan2 aku juga muda. perbedaan suka, sayang, dan cinta bagus banget dirangakai dari hati yg dalam dan sebuah pengalaman dan sudah menjadi warna dalam kehidupan.

Cinta adalah sesuatu yang suci, anugerah Tuhan dan sering tidak rasional. Cinta dipenuhi nuansa memaklumi dan memaafkan. Kesabaran, kesetiaan, pengertian, pemberian dan pengorbanan akan mendatangkan/menyuburkan cinta, sementara penyelewengan, egoisme, kikir dan kekasaran akan menghilangkan rasa cinta.

sayang adalah satu rasa yg tulus.bukan sekedar rela dan siap melepas seseorang yg kita cintai dan kita sayangi.tulus untuk mencintai dan sayang kpd org terkasih dgn melihat dia lebih bahagia dengan orang yg dia cintai itulah cinta yg murnim di hati kita dan cinta tak akan tumbuh jika Allah yg maha BERKUASA atas segalanya tdk menghendakinya.

cinta adalah perasaan yang timbul dimana adanya keinginan untuk saling mengerti dan memahami. Cinta merupakan anugerah terindah dari tuhan karena melalui cinta kita dapat merasakan keajaiban akan kehidupan mulai dari bahagia,sedih,sakit,menderita dll.

sayang itu hampir mendekati cinta tp banyak orang yang salah mengartikan cinta dan sayang. cinta itu terjadi karena adanya getaran hati dalam artian terjadi secara alami dan sayang terjadi karena adanya sesuatu diri diri seseorg yg bisa membuat kt menjadi sayang dengan org itu.Kalo cinta sudah pasti sayang tapi kalo sayang belum tentu cinta.Dan ketika kita mencintai seseorang kita pasti akan memberikan yg terbaik buat org itu n berusaha mencintai org itu dgn cara yg sesempurna mungkin yg bs kita lakukan.

Sayang itu lebih abadi sifatnya. Ketika kita sayang ama seseorang maka kita takut kehilangannya. Tetapi cinta bisa berubah menjadi benci. Rasa sayang membuat kita ingin memiliki dan dimiliki. Rasa cinta membuat kita ingin menguasai.

Cinta adalah membiarkan orang yang kita sayangi bahagia.. kalo kamu memang bener2 sayang ma orang itu jangan bikin dia terganggu dengan kehadiran kamu, biarkanlah dia pergi mencari kebahagiaanya sendiri apabila dia sadar kamu yang terbaik buat dia maka dia akan kembali dengan membawa kebahagiaan sejati.Rasa Sayang itu melebihi dari rasa suka,rasa cinta. tetapi kasih melibihi rasa sayang, karena kasih melebihi semua rasa itu.kasih itu panjang sabar,murah hati, dan tulus keluar dari hati.

Cinta adalah perasaan suka-menyukai karena sesuatu dalam diri orang lain yang membuat kita tertarik hati dan berkomitmen. Cinta lebih banyak mengandalkan keadaan seseorang tersebut dalam berinteraksi dengan kita. Lain kata, cinta itu bersifat pemberian yang pamrih.

Sayang lebih mendekati kata Kasih (mengasihi).Sayang itu tulus,rela,dan selalu melindungi. Tak pernah padam,tak pernah redup dan tak pernah dapat tergantikan oleh apapun.

QS. Al Ahzaab (33) : 59

Ayat Al-quran tentang wanita

"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Al Ahzaab (33) : 59)


Bersyukur itu indah

Bersyukur itu indah

Bismillah.....
Rasa syukur membuat hidup kita menjadi indah,
Rasa syukur membuat yang sedikit terasa cukup,
Rasa syukur mengubah apa yang kita miliki menjadi lebih berharga,
Rasa syukur mengubah masalah yang kita hadapi menjadi hikmah yang bernilai,

Rasa syukur mengubah makanan biasa terasa menjadi istimewa,
Rasa syukur mengubah rumah yang sempit terasa lapang dan nyaman,
Rasa syukur mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga,
Rasa syukur mengubah kekeruhan suasana menjadi kejernihan,
Rasa syukur mengubah kemacetan menjengkelkan kita lalui dengan senang,

Rasa syukur membuat sesuatu yang tidak nyaman menjadi menyenangkan,
Rasa syukur membuat sesuatu penolakan menjadi penerimaan,
Rasa syukur mengubah kebencian menjadi kasih sayang,
Rasa syukur membuat kedamaian di hati kita,
Rasa syukur mengubah emosi kemarahan menjadi latihan kesabaran,

Rasa syukur membuat masa lalu menjadi kenangan manis,
Rasa syukur membuat masa sekarang menjadi menyenangkan,
Rasa Syukur membuat masa depan penuh dengan harapan,
Rasa syukur membuat hari ini menjadi indah dan damai,
Rasa syukur menciptakan visi ke depan yang penuh harapan,

Ternyata salah satu rahasianya membuat hidup indah itu hanya perlu rasa syukur dalam hati,
Sudahkan Anda bersyukur hari ini…….
Sudahkah Anda memulai aktivitas hari ini dengan rasa syukur di hati........

Sangat indah bukan .....
~dari sahabat yang selalu mengingatkanku~

Cinta Sejati

Cinta Sejati

kujalani hidup mengarungi samudra
mengayuh dayung menjalankan bahtera
mencari penawar rasa di hati
mencari makna cinta sejati

kini ku tahu makna cinta
cinta bukanlah sekedar rasa
cinta bukanlah tutur kata
dan cinta bukanlah pengorbanan raga

jika cinta sekedar rasa
pasti hati akan tersisa
jika cinta sekedar ucapan
manusia pasti dalam kebinasaan
jika cinta sekedar pengorbanan
tiada jiwa ini merasa aman

cinta sejati adalah perasaan
terungkap dengan ucapan
tertuang dengan pengorbanan
aku cinta padamu karna allah swt.

negara ini milik siapa

NEGARA ini milik siapa?

Yang jelas, negara ini bukan milik rakyat. Negara ini milik mereka yang mendapat giliran untuk berkuasa. Negara adalah suatu ruang publik, tetapi publik di dalamnya hanya obyek untuk dikuasai. Barang siapa berhasil menduduki jabatan-jabatan publik, maka ruang itu sepenuhnya milik mereka.
Itulah konsep purba Indonesia tentang makna kekuasaan publik ketika zaman lembaga kerajaan tersebar di seluruh kepulauan ini di awal abad-abad pertama. Konsep kekuasaan semacam itu sebenarnya konsep asing, sekurang-kurangnya menjiplak dari kelembagaan raja-raja di India. Sejarah kepulauan Indonesia sejak itu dipenuhi konkurensi dan agresi antarkerajaan. Siapa yang berkepentingan dalam konkurensi dan agresi-agresi itu? Siapa lagi kalau bukan mereka yang menyebutkan dirinya sebagai penguasa dan pemilik negara. Rakyat sendiri ogah berperang. Bila ada kesempatan membolos dari perang, mereka akan lakukan. Rakyat sejak awal telah hidup mencukupi diri sendiri di lokal masing-masing. Mereka ini dilahirkan di lokal itu dan hidup dari kekayaan lokalnya.

SEJAK awal abad pertama, bermunculan prasasti-prasasti penaklukan yang ditanam di tanah-tanah asing. Bermunculan nama keluarga penguasa. Negara adalah milik raja, penguasa. Bagian-bagian negara diserahkan kekuasaannya kepada keluarga-keluarga raja itu.

Apa beda konsep itu dengan zaman sekarang? Bukankah zaman "kerajaan" itu masih berlaku meski namanya "republik"? Apakah republik itu sinonim baru untuk kerajaan? Kalau yang menjadi raja (baca: presiden), maka keluarga raja (baca: partai) akan membagi kekuasaan kepada anggota-anggota keluarga itu sebagai bupati atau raja daerah (baca: gubernur, bupati, camat, dan lurah).

Di zaman kerajaan, rumah-rumah yang bagus dan mahal selalu milik mereka yang berkuasa. Rumah rakyat jangan harap boleh menyamai rumah tinggal bupati atau raja. Kendaraan mereka berbeda. Kekayaan mereka tersimpan dalam bentuk perhiasan emas, kini rekening bank. Berbahagialah rakyat yang sempat mengabdi dan dekat dengan mereka yang berkuasa sebab sedikit banyak akan terkena jatuhan remah-remah kekayaan. Di manakah beda dengan zaman sekarang?

Bila beruntung ditunjuk memimpin suatu kantor, kantor itu sepenuhnya milik Anda. Ibaratnya, Anda ditunjuk menjadi "raja" di kerajaan kecil itu, yang telah lengkap dengan sistem dan mekanisme kelembagaannya. Anda sepenuhnya mengatur hasil bumi kantor, mau dimasukkan kantong sendiri atau dibagi rata untuk anggota keluarga kerajaan.

Indonesia yang besar ini adalah negara warisan. Pewarisnya adalah mereka yang memenangkan pemilu. Jangan heran bila banyak orang akan merebut warisan itu dengan segala daya yang dapat dilakukan. Mereka hanya ingin menebalkan diri sebagai pendiri dinasti. Siapa tidak tergiur punya "kerajaan sebesar dan seluas ini"?

Namun, terpikirkah mereka bahwa negara ini termasuk tumpukan warisan utang? Atau justru mereka akan memperbanyak utang lagi sebab utang negara juga berarti milik sendiri selama berkuasa? Bila tiba giliran tidak berkuasa, warisan utang itu menjadi milik dan tanggung jawab dinasti berikutnya? Di mana mata rantai tanggung jawab utang piutang ini akan berakhir? Siapa lagi kalau bukan rakyat yang selama ini menjadi infrastruktur kekuasaan mereka?

Celakalah menjadi rakyat Indonesia. Sejak zaman kerajaan di awal abad pertama, hanya rakyat yang selalu rajin bekerja memeras keringat. Namun, dari segi apa pun, mereka tak pernah bisa menyamai pemilik kekuasaan. Pepatah "rajin pangkal kaya" tidak berlaku dalam sistem kerajaan. Kian tinggi kedudukan dalam kerajaan semacam itu, kian malaslah Anda bekerja, sampai berdandan pun harus dilakukan para pembantu. Suara Anda adalah suara penguasa.

Ternyata bangsa ini gagal mentransformasi diri menjadi anggota komunitas modern. Kerajaan-kerajaan memang sudah tak ada lagi, tetapi "kerajaan" dalam mentalitas dan pola pikir masih subur. Pemimpin dan rakyat hidup dalam alam pikiran kerajaan. Modernisme itu hanya bentuk luar, tetapi hakikinya tetap feodal kerajaan. Yang namanya negara selalu milik yang sedang berkuasa. Bila menginginkan negara ini menjadi merah, hijau, atau kuning, Anda tinggal berusaha menang dalam pemilu karena negara ini giliran menjadi milik Anda.

MODERNITAS adalah produk pemikiran Barat. Untuk mencapai kemodernan, Barat mengalami proses panjang. Saat gagasan modernitas muncul di zaman renaisans Eropa, di sana masih berdiri lembaga kerajaan. Di Indonesia pada saat sama berdiri kerajaan-kerajaan Islam. Umur renaisans sendiri setua zaman kerajaan Islam Demak, Aceh, Ternate-Tidore, dan Bugis-Makassar. Mulai saat itu Barat bergerak ke zaman modern, sekurang-kurangnya dalam pemikiran.

Pada waktu gagasan modern menjadi kenyataan praksis dalam Revolusi Amerika dan Revolusi Perancis, di Indonesia berdiri kerajaan-kerajaan kasunanan Surakarta dan kasultanan Yogyakarta. Kerajaan-kerajaan itu ada di bawah kekuasaan Belanda, namun Belanda sama sekali tidak mengubah konsep kekuasaan pribumi. Ketika gagasan demokrasi menang di Eropa atas monarki, dengan berlangsungnya gerakan-gerakan Liberal tahun 1830 dan 1849, di Indonesia baru saja selesai Perang Diponegoro dan berkecamuknya Perang Padri.

Alangkah jauhnya jarak modernitas kekuasaan antara Barat dan kita di Indonesia. Pikiran-pikiran tua Barat dalam kekuasaan telah dikuburkan, sementara rakyat kita masih berpikiran kerajaan sebagai kelanjutan kesultanan Demak di zaman renaisans Eropa.

Memasuki abad 20, Indonesia masih kuat konsep kekuasaan lama. Wilayah-wilayah kesultanan masih dibiarkan hidup oleh pemerintah kolonial. Rakyat hanya mengenal kekuasaan raja-raja dan bupati-bupati mereka, tetapi sama sekali tidak mengenal siapa Gubernur Jenderal Idenburg atau de Jonge. Apalagi mengenal tugas dan pekerjaan gubernur serta residen. Bahkan, sampai zaman kemerdekaan pun, tidak seorang Indonesia pun mempunyai pengetahuan dan pengalaman menjadi gubernur. Pangkat tertinggi pemerintahan modern Belanda di Indonesia hanya bupati. Itu pun dalam rangka gagasan kekuasaan lama yang sudah ada sejak zaman Majapahit.

Bagaimana gagasan transformatif modernitas di Indonesia dapat tercapai hanya dalam waktu setengah abad setelah kemerdekaan, sementara di Barat memerlukan waktu setengah milenium. Jawabannya harus seperti dilakukan Jepang. Kaisar Meiji yang amat dihormati rakyatnya melakukan rekayasa sentralisasi modernitas. Hasilnya baru dapat dipetik setengah abad kemudian. Ironisnya, modernisasi Timur justru dicapai dengan cara-cara monarki otoriter. Otoriterisme hanya instrumen, sedangkan gagasan yang dipaksakan modern. Dengan cara Timur, gagasan Barat dapat dijalankan.

Kita serba tanggung, hasilnya setengah matang. Maunya meringkas yang setengah milenium menjadi setengah abad, tetapi dengan cara dan instrumen yang belum dikuasai atau sedang dituju. Kita tidak mempunyai seorang kaisar untuk meringkas perjalanan zaman. Kalaupun kita pernah memiliki "kaisar" semacam itu, pola pikirannya justru kembali ke zaman Demak. Presiden-presiden kita tak jauh dari gambaran raja-raja masa itu. Jubahnya modern, isinya raja.

Negara ini milik rakyat, bukan "raja-raja". Amerika milik rakyat Amerika. Inggris milik rakyat Inggris, bukan milik ratu. Di Indonesia rakyat masih harus diajari dan diteladani para pemimpinnya yang berkuasa, bagaimana menjadi masyarakat modern, bukan sebaliknya.

my family

my family


sayang kalian semua 
mamah , hendro prayitno, handika dwi putra , sarah azzahra
  
  "     i love you tuk kalian semua  "

Jilbab busana seorang muslimah

Jilbab busana seorang muslimah

"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Al Ahzaab (33) : 59)

Jilbab. Akhir-akhir ini kata tersebut semakin marak terdengar di telinga kita seiring dengan semakin semaraknya saudara-saudara kita para muslimah memakainya dalam kehidupannya sehari-hari. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan jilbab itu ? Apa pula dasar hukumnya dan mengapa Islam mewajibkan kaum hawa untuk mengenakannya di dalam kesehariannya ?

1. Pengertian Jilbab
Islam sebagai agama yang bersifat universal dalam arti mempunyai aturan-aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dimana di dalamnya terdapat aturan/hukum-hukum yang mengatur masalah pakaian baik itu bagi laki-laki maupun bagi perempuan, yang pada intinya pakaian itu baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan digunakan sebagai penutup aurat sebagaimana disebutkan di dalam

Al Qur'an. Firman Allah :
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi 'auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al A'raaf (7) : 26-27)

Sehingga yang menjadi permasalahan sekarang adalah manakah batas-batas aurat itu ? Untuk aurat laki-laki sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Ahmad, dan Hakim adalah dari pusar sampai dengan lutut. Bagian itulah yang bagi laki-laki harus ditutup sedangkan bagian yang lainnya boleh ditampakkan.
"Dari Muhammad bin Jahsy berkata : Rasulullah lewat di depan Ma'mar kedua pahanya terbuka, maka sabdanya : Hai Ma'mar ! Tutuplah kedua pahamu karena paha itu aurat" (HR. Bukhari, Ahmad, Hakim)

Lalu dimanakah aurat wanita itu ? Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dikatakan bahwa aurat wanita itu adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangannya.
"Hai Asmaa' ! Sesungguhnya seorang perempuan apabila telah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya melainkan ini dan ini (Rasulullah berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangannya hingga pergelangannya)" (HR. Abu Dawud dari Aisyah r.a)

Di dalam Al Qur'an Allah berfirman yang artinya :
"Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(QS. An Nuur (24) : 31)

Dari uraian diatas dapatlah kita ketahui bahwa jilbab merupakan pakaian yang lapang yang menutup aurat wanita (seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan sampai pergelangan tangan). Jadi pada pengertian tersebut jilbab berbeda dengan kerudung. Kerudng merupakan kain yang digunakan untuk menutupi kepala, leher, hingga dada sedangkan jilbab maliputi keseluruhan pakaian yang menutup mulai dari kepala sampai kaki kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangan. Sehingga seseorang yang mengenakan jilbab pasti berkerudung tetapi orang yang berkerudung belum tentu berjilbab.

2. Kewajiban berjilbab bagi muslimah
Seorang muslimah adalah seorang wanita yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dimana keimanannya itu diyakini dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diwujudkan dengan perbuatan sehari-hari. Dan pengamalan dari keimanan ini adalah dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Mengenakan jilbab bagi seorang wanita adalah merupakan suatu perintah dari Allah SWT dimana hukumnya adalah wajib yang bila dikerjakan berpahala dan bila ditinggalkan berdosa. Hal ini didasarkan atas perintah Allah dalam surat Al Ahzaab ayat 59 dan surat An Nuur ayat 31 diatas.

Dari dua ayat ini jelas bahwa Allah mewajibkan wanita beriman untuk mengenakan jilbabnya /kerudungnya kecuali kepada orang-orang tertentu seperti yang tercantum dalam surat An Nuur : 31 diatas yaitu :

"Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita"

Jadi amatlah disayangkan apabila kita menjumpai saudara-saudara kita muslimah yang memakai jilbabnya hanya untuk kepentingan-kepentingan tertentu saja seperti pada waktu sekolah, mengajar, kuliah, dsb.

Tetapi diluar itu apabila dia keluar rumah tidak memakai jilbabnya. Marilah kita perhatikan dan kita renungkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dari Ibnu Mas'ud :

"Perempuan itu adalah aurat, maka apabila ia keluar dari rumahnya maka syetanpun berdiri tegak (dirangsang olehnya)" (HR. Turmudzi)

3. Hikmah memakai jilbab dalam kehidupan sehari-hari
Begitu pentingnya jilbab bagi seorang muslimah sehingga dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :

"Telah berkata Ummu 'Athiyah saya bertanya : 'Ya Rasulullah apakah salah seorang dari kami dinyatakan bersalah bila ia tidak keluar (pergi ke tanah lapang) karena ia tidak mempunyai jilbab ?' Maka sabdanya : 'Hendaklah temannya meminjamkan jilbab untuknya'." (HR. Bukhari Muslim)

Jadi Rasulullah mewajibkan seorang muslimah untuk mengenakan jilbabnya dalam keadaan apapun, begitu pentingnya hal ini sehingga apabila seorang muslimah tidak mempunyai jilbab beliau menyuruh temannya untuk meminjaminya.

Berikut ini beberapa hikmah dari diwajibkannya jilbab bagi seorang muslimah :

a) Sebagai identitas seorang muslimah
Allah memberikan kewajiban untuk berjilbab agar para wanita mukmin mempunyai ciri khas dan identitas tersendiri yang membedakannya dengan orang-orang non muslim.
Dalam sebuah hadits dikatakan :
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka" (HR. Abu Dawud)

b) Meninggikan derajat wanita muslim (muslimah)
Dengan mengenakan jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak membuka auratnya di sembarang tempat, maka seorang muslimah itu bagaikan sebuah batu permata yang terpajang di etalase yang tidak sembarang orang dapat mengambil dan memilikinya. Dan bukan seperti batu yang berserakan di jalan dimana setiap orang dapat dengan mudah mengambilnya, kemudian menikmatinya, lalu membuangnya kembali.

Allah berfirman :
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. An Nahl (16) : 97)

c) Mencegah dari gangguan laki-laki tak bertanggung jawab
Hal ini mudah dipahami karena dengan seluruh tubuh tertutup kecuali muka dan telapak tangan, maka tidak akan mungkin ada laki-laki iseng yang tertarik untuk menggoda dan mencelakakannya selama ia tidak berperilaku yang berlebih-lebihan. Sehingga kejadian-kejadian seperti perkosaan, perzinaan, dsb dapat dihindarkan
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al Israa' (17) : 32)

d) Memperkuat kontrol sosial
Seorang yang ikhlas dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya khususnya dalam mengenakan busana muslimah, Insya Allah ia akan selalu menyadari bahwa dia selalu membawa nama dan identitas Islam dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga apabila suatu saat dia melakukan kekhilafan maka ia akan lebih mudah ingat kepada Allah dan kembali ke jalan yang diridhoiNya.

Khatimah
Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa dengan diwajibkannya jilbab sebagai busana muslimah ternyata banyak membawa manfaat dan hikmah bagi yang memakainya. Hal ini sesuai dengan firman Allah :

"Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS.Ali Imran (3) : 191)
Demikianlah sebagai penutup marilah kita renungkan firman Allah dalam surat Al Baqarah 85 berikut :

"Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat."(QS. Al Baqarah (2) : 85)



previous Next home

Followers